|
Stiletto, pumps, wedges, dan flip-flop memang masih memiliki pamor kuat tahun ini. Namun, yang menjadi primadona adalah ankleboots. Tidak percaya? Lihat saja hasil kreasi para desainer di pekan mode internasional, hampir semua kompak menyajikan ankle boots untuk menemani koleksi terbarunya. Lalu, dari mana tren ini bermula?
Pengamat mode dari situs fashion-era.com Pauline Weston Thomas mengatakan, tren ankle boots datang sejak tahun 2007, di mana sepatu T-bar saat itu sedang digandrungi. Bentukan T-bar yang maskulin dihadirkan lebih feminin pada musim semi ini melalui rancangan yang melilit manis hingga mata kaki. Sebagian desainer melihat hal itu menarik dan kemudian mengadaptasinya menjadi ankle boots.
"Tidak bisa dimungkiri, ankle boots memberikan kesan seksi pada pemakainya," ujar Thomas. Apalagi, bila ankle boots hadir dalam berbagai varian material. Tidak lagi tampil klasik dengan berbalut kulit. Kendati demikian, beberapa desainer memilih tampilan tak lekang waktu tersebut, seperti halnya Fendi. Karl Lagerfeld, sang desainer, memang tengah gemar memasukkan sentuhan klasik dalam rancangannya. Bukan hanya untuk Fendi, tapi untuk dua label lainnya, Chanel dan Karl Lagerfeld.
Untuk Fendi, Lagerfeld sengaja memilih kulit ataupun suede. Alasannya simpel saja. "Kedua material itu sangat fleksibel," sebutnya. Dengan kata lain, mudah di padupadankan. Lagi pula, kedua material tersebut mengusung cerminan yang tepat bagi visi Fendi, chic, simpel, dan tentu saja elegan. Alasan itu juga yang membuat Lagerfeld lebih memilih warna hitam. Tidak jauh berbeda dengan Enrico Coveri. Di catwalk Milan, Coveri juga memberikan barisan ankle boots bergaya klasik dalam warna hitam.
"Musim semi ini, warna cerah menjadi kunci desain Enrico Coveri, dan sepatu hitam menjadi padanan yang tepat," tutur sang desainer, sesuai pergelaran.
Namun, bila gaya yang berbeda menjadi pilihan Anda kali ini, ankle boots besutan Roberto Cavalli bisa menjadi pilihan. Rancangan musim seminya yang romantis ternyata berimbas pada desain sepatu-sepatunya. Begitu juga dengan ankle boots rancangannya. Cavalli menggunakan detail lace memberi kesan feminin dan romantis. Sukses? Tentu saja. Kendati hanya tampil dalam dua warna, hitam dan putih, ankle boots Cavalli berhasil menarik perhatian para editor mode.
Kesuksesan yang sama digenggam Gucci. Frida Giannini sang desainer, mengatakan untuk musim semi kali ini, dia ingin menyajikan sesuatu yang unik dan berbeda. Hasilnya? Koleksi bergaya bohemian dengan motif tribal nan eksotis sekaligus dinamis.
Koleksi ankle boots yang dihadirkan Gucci memang berbeda. Perpaduan antara gaya glam rock, sedikit sentuhan klasik, serta citra modern wanita urban. Hal itu terlihat jelas dari detail yang dihadirkan. Dibandingkan Cavalli yang memilih detail romantis, Giannini lebih memilih detail studded metal untuk menegaskan kesan dinamis. Padanan aksesori lainnya yang ditampilkan pun tidak kalah unik. Sekali lagi, Gucci melakukan terobosan dengan menggunakan ikat pinggang bergaya tassel dibanding obi maupun sabuk lebar yang menjadi pilihan banyak desainer.
Kendati runway internasional dan majalah mode menasbihkan jenis sepatu ini sebagai key trend, Anda jangan lantas gelap mata dan langsung memborong ankle boots pertama yang bisa Anda temukan. Ingat dulu koleksi busana yang Anda miliki dan sesuaikan dengan ankle boots yang ada di pasaran. Bila memang ngebet ingin memiliki jenis sepatu ini, ada baiknya memilih bentukan yang lebih klasik, seperti yang terbuat dari kulit maupun suede. Pasalnya, selain cocok digunakan bersama berbagai jenis busana, kedua material itu juga mudah dipadu-padankan.
Demikian pula dari segi warna. Lebih baik menggunakan palet netral layaknya hitam, cokelat, maupun beige. Namun, bila menginginkan tampilan yang lebih fashionable, warna ungu, merah, atau biru indigo bisa menjadi alternatif. Kuncinya hanya satu. Sesuaikan dengan busana yang Anda kenakan, baik dari segi gaya maupun warna. Selamat bergaya.
(sindo//tty)
|